Apa Itu Community Relations ??????
HUBUNGAN KOMUNITAS ( community relations )
Pada akhir tahun 1970-an,
sebuah pabik Ban di bogor setiap minggu malam mengadakan layar tancep dilapangan didalam komplek pabrik tersebut. Warga
masyarakat sekitar pabrik banyak yang mengagendakan kegiatan minggu malamnya
menonton film gratis dilapangan milik pabrik. Kegiatan ini membuat warga
masyarakat merasa keberadaan pabrik itu memberikan “manfaat”, meski manfaat itu
hanya berwujud kesempatan memonton film terbarusecara gratis dan menjadikan
acara menonton layar tancep itu sebagai bentuk social gathering.
Memang, warga masyarakat
sekitar kawasan pabrik diberbagai kota juga menikmati berbagai pemberian, mulai
dari hadiah sampai dengan sekedar bantuan pengobatan. Ada yang mendapatkan air
bersih, sebagai konpensasi dari keringnya sumur warga masyarakat lantaran
pabrik menyedot air tanah. Ada pabrik yang memberi bingkisan setiap menjelang
lebaran pada warga masyarakat sekitar. Ada pula pabrik yang memberikan
sumbangan sekedarnya pada panitia peringatan hari kemerdekaan di kampong atau
pemukiman sekitar pabrik.
Kegiatan seperti itu
sering dinamakan sebagai membina hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Ada
juga yang mengistilahkannya sebagai bntuk bina lingkungan. Itulah yang
dinamakan community relations sebagai
salah satu bentuk kegiatan PR. Namun kegiatan community relations tidak sesederhana itu, bila community relations sesederhana itu
tentunya maafaat akan lebih banyak dinikmati organisasi yang memiliki pabrik
itu dibandingkan dengan warga masyarakat sendiri. Dimana letak kemaslahatan
bersama ( mutual benefitI ) sebagai
salah satu hal yang penting yang diikhrarkan melalui kegiatan PR.
Pengertian Komunitas
Komunitas merupakan
istilah yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari pada berbagai
kalangan. Seperti halnya kebanyakan istilah yang popular, maka maknanya pun
bisa beragam bergantung pada konteks kalimatnya. Kita biasa mendengan ada orang
yang mengatakan “ komunitas ilmuwan yangmendukung teori evolusi”. Dalam
pemberitaan media sering juga muncul ungkapan “ komunitas muslim di Kashmir”.
Sedangkan para mahasiswa PR tentu juga akrab dengan istilah “ membina hubungan
baik dengan komunitas” atau terlibat dalam “ program pengembangan komunitas (community development) yang dilakukan oleh organisasi (
perusahaan).
Makna komunitas yang
tercangkup dalam community relations. Meski
harus diakui, dalam konteks PR sendiri makna komunitas itu tidak bersifat
tunggal. Perubahan social mendorong terjadinya juga perubahan pemaknaan
terhadap istilah bukan sekedar kata komunitas. Willbur J. Peak (dalam Lesly, 1991: 117) menyatakan
bahwa konsep komunitas dalam konteks PR sudah banyak berubah.
Peran keberhasilan komunitas bagi keberhasilan organisasi (perusahaan)
Komunitas yang baik tentu
berperan dalam menunjang keberhasilan. Komunitas yang tinggal disekitar lokasi
operasi organisasi organisasi pun demikian adanya, akan menunjang keberhasilan
satu organisasi untuk mencapai tujuan yang sudah di tetapkan. Bahkan dengan
tegas peak (dalam Lesly,1991:117)
menyatakan, bukan hanya mereka didalam organisasisaja yang menentukan
keberhasilan pencapaian tujuan, melainkan juga komunitas yang berada di
sekeliling wilayah operasi organisasi.
Beberapa contoh kongkret
membangun hubungan dengan komunitas itu, misalnya : memberikan bantuan kepada
keluarga-keluarga yang berpendapantan rendah dan sedang,; memberikan pelatihan
keterampilan pada masyarakat sekitar; menu jang kepantingan-kepentingan
budaya,, pendidikan, kesehatan, dan kesejahtraan komunitas. Kita bisa lihat
kegiatan yang dilakukan perusahaan computer terkenal, IBM. Melalui moto good philanthrophyis good business, mereka memberikan bantuan dana dan peralatan
pada berbagai lembaga swadaya masyarakat dan lembaga pendidikan di seluruh
dunia dengan tujuan meningkatkan mutu kehidupan (Yosal iriantara,2007: 32)
Dengan memposisikan
organisasi sebagai mitra dalam pandangan komunitas dan komunitas dipandang
sebagai mitra organisasi, dalam mencapai tujuannya masing-masing melalui
sumber-sumber daya yang dimiliki ,
semakin menegaskan berapa banyak manfaat yang dipetk organisasi, seperti : nama
baik, pencapaian tujuan organisasi, dan moral kerja kariawan.
Konsekuensi lain dari
mengembangkan kemitraan, membuat organisasi menjadi terlibat langsung dalam
permasalahan social yang akan diatasi bersama-sama dengan komunitas. Melalui
keterlibatan dalam komunitas itu berarti organisasi terlibat secara positif dan
sukarela dengan komunitasnya.keterlibatan itu oleh Imagine (2002:2) dijalankan
melalui berbagai kegiatan yang mencangkup:
1. Prakarsa-prakarsa komersial yang
sasarannya adalah kelompok komunitas tertentu yang menjadi sasaran kepentingan
organisasi (bisnis) namun memberikan manfaat signifikan dalam komunitas itu,
dan
2. Investasi ekonomi, termasuk pemberian
hadiah, sumbangan, kesukarelaan, perusahaan atau karyawan dan pengembangan
ekonomi komunitas.
Hubungan organisasi perusahaan dan komunitas itu
digambarkan Imagine (2002:1) sebagai berikut:
Keterlibatan komunitas
![]()
Investasi komunitas
![]()

Hadiah / Donasi
![]()
![]()
Kesukarelaan karyawan/Peusahaan
![]()
![]()
Pengembangan ekonomi komunitas
Sponsorship komunitas sponsorship
komersial
Spektrum keterlibatan komunitas
perusahaan
Hanya bermanfaat bagi komunitas Hanya bermanfaat
bagi perusahaan
Keterlibatan Komunitas Organisasi
Sumber : Imagine (2002)
Bagan berikut menunjukan manfaat yang
dipetik baik oleh komunitas maupun organisasi/ perusahaan dalam kegiatan community relations. Bila terlalu berat
ke kiri bobotnya, maka manfaat akan lebih banyak dinikmati komunitas seperti
memalui program community relations yang memberikan hadiah/donasi atau melibatkan
perusahaan dan karyawan dalam program sukarelawan di tengah komunitas. Namun
bila bobotnya berat ke kanan , justru organisasi yang akan mendapat lebih
banyak manfaat dari program atau kegiatan Community relations itu dinikmati
oleh masing- masing pihak.
Dengan
manfaat yang dinikmati masing – masing pihak berarti komunitas memberi
kontribusi bagi organisasi. Komunitas bukan hanya kumpulan pelanggan yang
kebtuhannya dipenuhi produk barang dan jasa yang dihasilkan organisasi bisnis.
Tetapi juga memberikan sumbangan immaterial berupadorongan untuk bekerja lebih
baik bagi karyawan atau tumbuhnya rasa bangga pada organisasi tempatnya
bekerja.
Pengembangan ekonomi komunitas, dalam bagan
diatas, dipandang merupakan program Community
Relations yang bisa memberikan manfaat bagi komunitas dan organisasi.
Komunitas yang kemampuan ekonominya berkembang dengan bantuan organisasi
bisnis, tentu akan meningkat derajat kesejahtraannya. Pengembangan
kewirausahaan atau agribisnis akan mengembangkan penciptaan lapangan pekerjaan
oleh komunitas untuk komunitas. Sehingga organisasi bisnis tidak membebani
harus mempekerjakan komunitas sekitar organisasi yang keerampilan tidak
memmenuhi kualifikasiyang diperlukan. Pada sisi lain, organisasi pun mendapat
manfaat karena komunitas yang makin membaik tingkat kesejahtraannya berkat
bantuan organisasi bisnis akan menghormati organisasi bisnis tersebut.
Konsep
ideal hubungan kemitraan antara hubungan perusahaan besar dan usaha kecil dan
menengah bisa menjadi contoh implementasi community
relations di Indonesia. Meski banyak prakteknya membangun kemitraan itu
sering disindir lebih banyak memberikan manfaat bagi usaha besar dibandingkan
dengan usaha kecil, setidaknya secara konseptual pengembangan hubungan
kemitraan itu bisa dipandang sebagai wujud kegiatan community relations yang
dijalankan oleh organisasi bisnis di Indonesia . program usaha kecil yang
dilakukan Yayasan Dana Bhakti Astra misalnya bisa dipandang sebagai wujud
program community relations PT. Astra
Internasional Tbk. ( Yosal Iriantara,
2007:35)
Daftar pustaka
Imagine. (2002). Defining corporate community
involvement and investment. Ottawa: Canadian Centre for Philantrophy
Jafkins, Frank. (1987). Public Relations untuk bisnis. Jakarta:
PT. Pustaka Binaman Presindo
Iriantara, Yosal. (2007). Community
Relations. Bandung: Simbiosa Rekatama Media
Komentar
Posting Komentar