MARKETING PUBLIC RELATION

 

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Pada era technologi saat ini, marketing atau pemasaran tak lain hanya melalui media cetak seperti brosur, poster, banner atau yang lainnya. Namun, kini sudah melalui banyak media seperti halnya iklan diTelevisi, radio dan Internet. Ini tak hany menjadi perhatian untuk para pengusaha Barang dan Jasa, tapi juga menjadi fokus seorang Humas untuk menjual citra baik perusahaan. Dimana barang atau produk yang ia jual ialah image perusahaan. Bagai mana perusahaan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat luas maupun disekitarnya.

Inalah yang manjadi fokus kami dalam pembuatan makalah ini, dimana Humas mampu menempati dalam marketing yang sesuai dengan kemajuan technologi dan madeia dalam proses marketing. Salah satunya ialah dengan adanya komunitas perusahaan. Dimana komunitas ini menjadi garda terdepan bagi penjualan image  atau citra perusahaan. Karena komunitas menjadi hobi lain bagi masyarakat yang ada dan tahu akan perusahaannya.

 

B.     Rumusan masalah

Ø  Apa Definisi Marketing Publick Relation?

Ø  Apa pengertian komunitas?

Ø  Bagaimana Hubungan Marketing PR dengan Komunitas?

Ø  Manfaat Marketing PR dan Komunitas ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  A. DEFINISI MARKETING PUBLICK RELATION

Kehadiran media cetak dan elektronik telah menimbulkan sikap keseriusan bagi para pengusaha, dimana mereka dipaksa untuk selalu memperbaiki kualitas produk; barang dan jasa yang mereka tawarkan. Persaingan produk juga telah menyebabkan peningkatan biaya belanja iklan dan sejumlah kegiatan promosi lainnya sebagai upaya untuk merebut perhatian konsumen. Strategi komunikasi pemasaran ( Marketing communication) yang tepat dapat menghindarkan perusahaan dari kerugian yang disebabkan oleh kegiatan promosi yang tidak efektif dan efisien. Dalam kajian pemasaran, kegiatan promosi yang efektif dan efisien dapat dimasukan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix).

Bauran komunikasi pemasaran merupakan penggabungan dari lima model komunikasi pemasaran, yaitu : advertaising, sales promotion, public relation, personal selling dan direct selling. Demikian pula halnya dengan event dan exhibition, keduanya merupakan bagian dari marketing communication mix yang dikembsngksn oleh bsgisn sales promotion. Komunikasi yang digunakan dalam kegiatan sales promotion membutuhkan media promosi  seperti flier, banner, poster, folder dan cataloge.

Bisa diartikan komunikasi pemasaran merupakam aplikasi komunikasi yang ditunjukan untuk membantu kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. Definisi lain yang dapat kita artikan untuk komunikasi pemasaran adalah kegiatan pemasaran dengan menggunakan teknik-teknik komunikasi yang ditunjukan untuk memberi informasi kepada orang banyak dengan harapan agar tujuan perusahaan tercapai.

 

Bisa kita simpulkan, salah satu hal yang akan kita pelajari yaitu marketing publick relation yang merupakan lima model dari komunikasi pemasaran. Humas pemasaran merupakan salah satu fungsi hubungan masyarakat (humas) yang menggunakan media tak berbayar untuk mengirimkan pesan positif mengenai suatu merkdengan tujuan untuk memengaruhi konsumen dan mencapai peningkatan pemasaran produk.

Menurut Thomas L.Haris, MPR merupakan sebuah proses perencanaan dan pengevaluasian program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui upaya komunikasi informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan, produk, dengan kebutuhan, serta perhatian pelanggan.

Definisi lainnya, Marketing public relations adalah proses merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program yang mendorong pembelian dan kepuasan pelanggan melalui komunikasi informasi dan impresi yang kredibel. Seperti halnya iklan, hubungan masyarakat (public relations) juga menjadi kiat pemasaran penting. Perusahaan tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan, pemasok dan penyalur, namun juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan masyarakat besar. Banyak perusahaan kini membentuk Divisi Marketing Public Relations untuk mempromosikan dan menjaga citra perusahaan atau produknya. Dengan mengikuti training ini, diharapkan para peserta dapat memahami strategi dan teknik-teknik menjalankan Marketing Public Relations secara efektif dan terintegrasi guna memperoleh hasil maksimal.

 B.     HUBUNGAN KOMUNITAS ( community relations )

Pada akhir tahun 1970-an, sebuah pabik Ban di bogor setiap minggu malam mengadakan layar tancep dilapangan didalam komplek pabrik tersebut. Warga masyarakat sekitar pabrik banyak yang mengagendakan kegiatan minggu malamnya menonton film gratis dilapangan milik pabrik. Kegiatan ini membuat warga masyarakat merasa keberadaan pabrik itu memberikan “manfaat”, meski manfaat itu hanya berwujud kesempatan memonton film terbaru secara gratis dan menjadikan acara menonton layar tancep itu sebagai bentuk social gathering.

Memang, warga masyarakat sekitar kawasan pabrik diberbagai kota juga menikmati berbagai pemberian, mulai dari hadiah sampai dengan sekedar bantuan pengobatan. Ada yang mendapatkan air bersih, sebagai konpensasi dari keringnya sumur warga masyarakat lantaran pabrik menyedot air tanah. Ada pabrik yang memberi bingkisan setiap menjelang lebaran pada warga masyarakat sekitar. Ada pula pabrik yang memberikan sumbangan sekedarnya pada panitia peringatan hari kemerdekaan di kampong atau pemukiman sekitar pabrik.

Kegiatan seperti itu sering dinamakan sebagai membina hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Ada juga yang mengistilahkannya sebagai bntuk bina lingkungan. Itulah yang dinamakan community relations sebagai salah satu bentuk kegiatan PR. Namun kegiatan community relations tidak sesederhana itu, bila community relations sesederhana itu tentunya maafaat akan lebih banyak dinikmati organisasi yang memiliki pabrik itu dibandingkan dengan warga masyarakat sendiri. Dimana letak kemaslahatan bersama ( mutual benefitI ) sebagai salah satu hal yang penting yang diikhrarkan melalui kegiatan PR.

Pengertian Komunitas

Komunitas merupakan istilah yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari pada berbagai kalangan. Seperti halnya kebanyakan istilah yang popular, maka maknanya pun bisa beragam bergantung pada konteks kalimatnya. Kita biasa mendengan ada orang yang mengatakan “ komunitas ilmuwan yangmendukung teori evolusi”. Dalam pemberitaan media sering juga muncul ungkapan “ komunitas muslim di Kashmir”. Sedangkan para mahasiswa PR tentu juga akrab dengan istilah “ membina hubungan baik dengan komunitas” atau terlibat dalam “ program pengembangan komunitas (community development)  yang dilakukan oleh organisasi                                       ( perusahaan).

Makna komunitas yang tercangkup dalam community relations. Meski harus diakui, dalam konteks PR sendiri makna komunitas itu tidak bersifat tunggal. Perubahan social mendorong terjadinya juga perubahan pemaknaan terhadap istilah bukan sekedar kata komunitas. Willbur J. Peak (dalam Lesly, 1991: 117) menyatakan bahwa konsep komunitas dalam konteks PR sudah banyak berubah.

Peran keberhasilan komunitas bagi keberhasilan organisasi (perusahaan)

Komunitas yang baik tentu berperan dalam menunjang keberhasilan. Komunitas yang tinggal disekitar lokasi operasi organisasi organisasi pun demikian adanya, akan menunjang keberhasilan satu organisasi untuk mencapai tujuan yang sudah di tetapkan. Bahkan dengan tegas peak (dalam Lesly,1991:117) menyatakan, bukan hanya mereka didalam organisasisaja yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan, melainkan juga komunitas yang berada di sekeliling wilayah operasi organisasi.

Beberapa contoh kongkret membangun hubungan dengan komunitas itu, misalnya : memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga yang berpendapantan rendah dan sedang,; memberikan pelatihan keterampilan pada masyarakat sekitar; menu jang kepantingan-kepentingan budaya,, pendidikan, kesehatan, dan kesejahtraan komunitas. Kita bisa lihat kegiatan yang dilakukan perusahaan computer terkenal, IBM. Melalui moto good philanthrophyis good business,  mereka memberikan bantuan dana dan peralatan pada berbagai lembaga swadaya masyarakat dan lembaga pendidikan di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan mutu kehidupan (Yosal iriantara,2007: 32)

Dengan memposisikan organisasi sebagai mitra dalam pandangan komunitas dan komunitas dipandang sebagai mitra organisasi, dalam mencapai tujuannya masing-masing melalui sumber-sumber daya yang dimiliki   , semakin menegaskan berapa banyak manfaat yang dipetk organisasi, seperti : nama baik, pencapaian tujuan organisasi, dan moral kerja kariawan.

Konsekuensi lain dari mengembangkan kemitraan, membuat organisasi menjadi terlibat langsung dalam permasalahan social yang akan diatasi bersama-sama dengan komunitas. Melalui keterlibatan dalam komunitas itu berarti organisasi terlibat secara positif dan sukarela dengan komunitasnya.keterlibatan itu oleh Imagine (2002:2) dijalankan melalui berbagai kegiatan yang mencangkup:

1.      Prakarsa-prakarsa komersial yang sasarannya adalah kelompok komunitas tertentu yang menjadi sasaran kepentingan organisasi (bisnis) namun memberikan manfaat signifikan dalam komunitas itu, dan

2.      Investasi ekonomi, termasuk pemberian hadiah, sumbangan, kesukarelaan, perusahaan atau karyawan dan pengembangan ekonomi komunitas.

Hubungan organisasi perusahaan dan komunitas itu digambarkan Imagine (2002:1) sebagai berikut:

Keterlibatan komunitas

 


Investasi komunitas

 


Hadiah / Donasi

Kesukarelaan karyawan/Peusahaan

Pengembangan ekonomi komunitas

Sponsorship komunitas                                               sponsorship komersial

  

      Spektrum keterlibatan komunitas perusahaan

Hanya bermanfaat bagi komunitas                             Hanya bermanfaat bagi perusahaan

Keterlibatan Komunitas Organisasi

Sumber : Imagine (2002)

Bagan berikut menunjukan manfaat yang dipetik baik oleh komunitas maupun organisasi/ perusahaan dalam kegiatan community relations. Bila terlalu berat ke kiri bobotnya, maka manfaat akan lebih banyak dinikmati komunitas seperti memalui program community relations  yang memberikan hadiah/donasi atau melibatkan perusahaan dan karyawan dalam program sukarelawan di tengah komunitas. Namun bila bobotnya berat ke kanan , justru organisasi yang akan mendapat lebih banyak manfaat dari program atau kegiatan Community relations itu dinikmati oleh masing- masing pihak.

            Dengan manfaat yang dinikmati masing – masing pihak berarti komunitas memberi kontribusi bagi organisasi. Komunitas bukan hanya kumpulan pelanggan yang kebtuhannya dipenuhi produk barang dan jasa yang dihasilkan organisasi bisnis. Tetapi juga memberikan sumbangan immaterial berupadorongan untuk bekerja lebih baik bagi karyawan atau tumbuhnya rasa bangga pada organisasi tempatnya bekerja.

             Pengembangan ekonomi komunitas, dalam bagan diatas, dipandang merupakan program Community Relations yang bisa memberikan manfaat bagi komunitas dan organisasi. Komunitas yang kemampuan ekonominya berkembang dengan bantuan organisasi bisnis, tentu akan meningkat derajat kesejahtraannya. Pengembangan kewirausahaan atau agribisnis akan mengembangkan penciptaan lapangan pekerjaan oleh komunitas untuk komunitas. Sehingga organisasi bisnis tidak membebani harus mempekerjakan komunitas sekitar organisasi yang keerampilan tidak memmenuhi kualifikasiyang diperlukan. Pada sisi lain, organisasi pun mendapat manfaat karena komunitas yang makin membaik tingkat kesejahtraannya berkat bantuan organisasi bisnis akan menghormati organisasi bisnis tersebut.

            Konsep ideal hubungan kemitraan antara hubungan perusahaan besar dan usaha kecil dan menengah bisa menjadi contoh implementasi community relations di Indonesia. Meski banyak prakteknya membangun kemitraan itu sering disindir lebih banyak memberikan manfaat bagi usaha besar dibandingkan dengan usaha kecil, setidaknya secara konseptual pengembangan hubungan kemitraan itu bisa dipandang sebagai wujud kegiatan  community relations yang dijalankan oleh organisasi bisnis di Indonesia . program usaha kecil yang dilakukan Yayasan Dana Bhakti Astra misalnya bisa dipandang sebagai wujud program community relations PT. Astra Internasional Tbk. ( Yosal Iriantara, 2007:35)

  

BAB III

KESIMPULAN

Menurut Thomas L.Haris, MPR merupakan sebuah proses perencanaan dan pengevaluasian program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melalui upaya komunikasi informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan, produk, dengan kebutuhan, serta perhatian pelanggan.

Definisi lainnya, Marketing public relations adalah proses merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program yang mendorong pembelian dan kepuasan pelanggan melalui komunikasi informasi dan impresi yang kredibel. Seperti halnya iklan, hubungan masyarakat (public relations) juga menjadi kiat pemasaran penting. Perusahaan tidak hanya harus berhubungan secara konstruktif dengan pelanggan, pemasok dan penyalur, namun juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan masyarakat besar. Banyak perusahaan kini membentuk Divisi Marketing Public Relations untuk mempromosikan dan menjaga citra perusahaan atau produknya. Dengan mengikuti training ini, diharapkan para peserta dapat memahami strategi dan teknik-teknik menjalankan Marketing Public Relations secara efektif dan terintegrasi guna memperoleh hasil maksimal.

 

Komunitas merupakan istilah yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari pada berbagai kalangan. Seperti halnya kebanyakan istilah yang popular, maka maknanya pun bisa beragam bergantung pada konteks kalimatnya. Kita biasa mendengan ada orang yang mengatakan “ komunitas ilmuwan yangmendukung teori evolusi”. Dalam pemberitaan media sering juga muncul ungkapan “ komunitas muslim di Kashmir”. Sedangkan para mahasiswa PR tentu juga akrab dengan istilah “ membina hubungan baik dengan komunitas” atau terlibat dalam “ program pengembangan komunitas (community development)  yang dilakukan oleh organisasi                                       ( perusahaan).

Melalui keterlibatan dalam komunitas itu berarti organisasi terlibat secara positif dan sukarela dengan komunitasnya.keterlibatan itu oleh Imagine (2002:2) dijalankan melalui berbagai kegiatan yang mencangkup:

a.       Prakarsa-prakarsa komersial yang sasarannya adalah kelompok komunitas tertentu yang menjadi sasaran kepentingan organisasi (bisnis) namun memberikan manfaat signifikan dalam komunitas itu, dan

b.      Investasi ekonomi, termasuk pemberian hadiah, sumbangan, kesukarelaan, perusahaan atau karyawan dan pengembangan ekonomi komunitas.

 

Konsep ideal hubungan kemitraan antara hubungan perusahaan besar dan usaha kecil dan menengah bisa menjadi contoh implementasi community relations di Indonesia. Meski banyak prakteknya membangun kemitraan itu sering disindir lebih banyak memberikan manfaat bagi usaha besar dibandingkan dengan usaha kecil, setidaknya secara konseptual pengembangan hubungan kemitraan itu bisa dipandang sebagai wujud kegiatan  community relations yang dijalankan oleh organisasi bisnis di Indonesia .

                                                                             BAB IV

Daftar pustaka

 

Imagine. (2002). Defining corporate community  involvement and investment. Ottawa: Canadian Centre for Philantrophy

Jafkins, Frank. (1987). Public Relations untuk bisnis. Jakarta: PT. Pustaka Binaman Presindo

Iriantara, Yosal. (2007). Communiti Relations. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

Soemanagara.Rd. (2006). Strategi Marketing Communication. Bandung: Alfabeta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokumentasi Karnaval RISMANA 18 th

Rangkuman Langkah penyusunan RPP